Penyakit tidak menular (PTM) mungkin terdengar kurang "dramatis" dibanding wabah penyakit menular, tapi jangan salah — angka kematian akibat PTM jauh lebih mengejutkan dari kamu bayangkan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah merilis data yang cukup mencengangkan soal bagaimana PTM menjadi ancaman kesehatan global nomor satu saat ini. Yuk, kita bedah satu per satu fakta penting yang perlu kamuahu!

Apa Itu Penyakit Tidak Menular dan Mengapa WHO Sangat Peduli?

Penyakit tidak menular adalah kondisi medis yang tidak ditularkan dariatu orang ke orang lain. Contohnya meliputi penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis. WHO sangat peduli terhadap PTM karena penyakit-penyakit ini bersifat jangka panjang, berkembang lambat, dan seringkali tidak terdeteksi hingga sudah dalam stadium lanjut. Selain itu, PTM membebani sistem kesehatan secara masif dan menyerap sumber daya ekonomi yang sangat besar, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Berapa Banyak Kematian Global Disebabkan oleh PTM Menurut WHO?

Ini bagian yang bikin kita harus berhenti sejenak.urut data WHO, PTM bertanggung jawab atas sekitar 74% dari seluruh kematian global setiap tahunnya. Artinya, dari sekitar 55 juta kematian per tahun di seluruh dunia, hampir 41 juta di antaranya disebabkan oleh p menular. Angka ini bukankadar statistik — ini adalah jutaan keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih mereka akibat kondisi yangbenarnya sebagian besar bisa dicegah.Penyakit Tidak Menular Apa yang Paling Banyak Membunuh Secara Global?

WHO mengidentifikasi empat kelompok PTM utama yang paling mematikan di dunia. Pertama, penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab kematian terbesar, dengan angka sekitar 17,9 juta kematian per tahun. Kedua, kanker menyumbangitar 9,3un. Ketiga, pnapasan kronis seperti asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) menyebabkan sekitar 41 juta kematian. Keempat, diabetes mellitus mencatat sekitar 2 juta kematian langsung per tahun,eskika dampaknya jauh lebih besar bila dihitung secara komprehensif termasuk komplikasinya.

Apakah PTM Hanya Menyerang Orang Tua atau Juga Orang Muda?

Banyak orang beranggapan PTM hanya masalah lansia,api WHO membuktikan anan itu keliru. Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 17juta kematian akibat PTM terjadi pada usia di bawah 70 tahun — dikategorikan sebagai kematian dini atau prematur. Bahkan, lebih dari 85% kematian dini akibat PTM inierjadi diara berpenghasilan rendah dan menengah. Gaya hidup tidakhat yang dimulai sejak muda, seperti pola makan buruk, kurang olahraga, danerokok,adi pemicu utama PTM merang di usia produktif.

Apa Saja Faktor Risiko Utama PTM yang Disorot oleh WHO?

WHO mengidentifikasi beberapa faktor risiko perilaku yangadi biang keladi meningkatnya PTM secara global. Penggunaan takau adalah faktor risiko tunggal terbesar, mang sekitar 87un. Konsumsi alkohol berbahaya menyitar 3,3 Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak sehat — tinggi gula, garam, dan lemak jenuh — juga masuk dalam daftar utama. Faktor-faktor ini saling berkaitan dan seringkali menciptakan kondisi seperti obesitas, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi yang padaakhirnya memicu PTM serius.

Bagaimana Perbandingan Be PTM di Negara Berkembang Versusara Maju?

Salah satu temuan p adalah fakta bahwa PTM b lagi "penyakit orang k." Lebih dari 77% kematian akibat PTM terjadi di negengah.ara-negara berkembang, termasuk di kawasan Asia Tenggara dan Afrikaini menghadapi beban ganda: maserjuang melawan penyakit menular sambil secara bersamaan menghadapi lonjakan PTM. Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan preventif, rendahnya kesadaran masyarakat, dan urbanisasi yang cepat madi faktor yang memperparah kondisi ini diara berkembang.

Apa Target dalam Menanggulangi PTM Sec tidak tinggal diam. Melalui Global Action Plan for the Prevention and Control of NCDs, WHO menetapkan target ambisius yang dikenal sebagai "25 by 25" — yakni mengurangi kibat PTM sebesar 25% pada tahun 2025 dibandingkan baseline tahun 2010. Selain itu, dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), terdapat target untuk mengurangi kematian prematur akibat PTM sebesar sepertiga pada tahun 2030. WHO mendorong negara-negara anggota untuk mempuat sistem kesehatan primerningkatkan akses obat-obatan esensial, serta menerapkan kebijakan fiskalti cukai rokok dan minuman manis.Apa yang Bisa Dilakukan Individu untuk Menurunkan Risiko PTM?

Kabar baiknya, WHO menegaskan bahwa sebagian besar PTM sebenarnya bisa dicegah. Ada empat langkah sederhana namun tukti efektif yang bisa dimulai hari ini. Pertama, berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok. Kedua, kurangi konsumsi alkohol atau hindari samaali. Ketiga, panyak aktivitas fisik — merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu. Keempat, terapkan pola makan seimbang dengan manyak buah, sayur, biji-bijian utuh, dan menrangi gerta gula tambahan. Dengan langkah-langkah ini, risiko terkena PTM bisa berkurang secara signifikan, danualitas hidup pun meningkat jauh lebih baik.

Mengapa DataM dari WHO Penting bagi Indonesia>Indonesia sebagai negerpenghasilan menengah mas dalam kelompok yangaling tampak oleh tren PTM global. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yanglaras dengan laporan WHO, PTM sudah menjadi penyebab utama kematian di Indonesia,geserakit infeksi. Stroke, jantung koroner, diabetes, dan kanker terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Memami data WHOukan sekadar wawasan akademis — ini adalah peta jalan untuk mengambil kebijakan yang tepat, mengalokasikan anggaran kesehatan secara efisien, dan yang paling penting, mendong setiap individu di Indonesia untuk lebih peduli terhadap gaya hidup sehatnya mulai sekarang.